Sabtu, 15 Mei 2010

IBADAH DITINJAU DALAM KESEHATAN DAN ISLAM

dr,Hj. Liza M.Pd.I
MAKALAH INI DIAMBIL DARI SALAH SATU BAGIAN THESIS PASCA SARJANA PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM dr Hj LIZA

BAB 1
PENDAHULUAN

Sebagai Umat Islam kita harus berbangga karena, Allah melalui Rasulnya begitu banyak memberikan kita pelajaran yang amat berguna dalam menjalani kehidupan didunia ini. Rasulullah SAW memberikan kita tuntunan dalam mengasah diri secara holistik atau keseluruhan, walaupun Rasullullah bukan seorang dokter, tapi tuntunannya sejak 1400 tahun yang lalu sampai sekarang menjadi panutan bagi kita semua.
Perkembangan Kedokteran pada masa Islam (Khadem Yamani 2005:41)
Beberapa ajaran dan tuntunan Rasulullah yang mengandung kajian dan nilai-nilai kedokteran antara lain:
(1) Cara bersuci yang diajarkan Rasullullah SAW,
(2) Cara berwudhu, membasuh anggota badan yang biasanya tampak
(3) Kewajiban bercebok dan memegang kemaluan (harus) dengan tangan kiri
(4) Larangan kencing di kolam air yang tergenang
(5) Sunah untuk berkhitan yaitu memotong khulub bagi laki-laki dan memotong
sebagian ”labia minora” yang memanjang bagi perempuan
(6) Perintah memotong kuku, membersihkan bulu ketiak dan kemaluan
(7) Kewajiban mandi selepas bertubuh
(8) Keharusan membersihkan rumah dan halaman
(9) Contoh dalam gerakan-gerakan shalat fardhu dan tahajud
(10) Ibadah Shaum di bulan Ramadahan dan shaum sunah
(11) Tuntunan melambatkan makan sahur dan menyegerakan berbuka
(12) Larangan makan-minum sambil berdiri, berbaring, dan bersandar, serta aturan
minum dan lain-lain
(13) Keharusan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
(14) Larangan makan sampai terlalu kenyang dan tidur selepas makan
(15) Diharamkan bangkai , darah, babi, sembelihan untuk berhala, khamar baik
basah maupun kering
(16) Dimakruhkan hewan buas
(17) Anjuran melihat warna-warna hijau
(18) Larangan memasuki dan keluar negeri ketika berjangkit penyakit menular
(19) Larangan menyatukan hewan yang sakit dan hewan yang sehat
(20) Larangan mencukur bulu alis, mencacah (mentato) dan memotong atau
mengikir gigi
(21) Larangan berobat dengan barang haram
(22) Anjuran memberikan harapan kepada seorang penderita
(23) Disebutkan madu sebagai obat dalam Al-Quran dan Hadist Rasulullah SAW
(24) Disebutkan kurma yang tumbuh ditanah berbatu hitam sebagai obat dalam
hadist Rasulullah SAW$
(25) Makanan yang dimakan ketika masih panas itu kurang berkat dan lainnya


Bab II
IBADAH DALAM AKIDAH DAN MEDIS

1. Shalat

Shalat menurut bahasa 'Arab: doa. Menurut istilah syara' ialah ibadat yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah
Mendirikan Shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melengkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu' ,memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.
Begitu dasyat makna shalat bagi Nabi maupun sahabat-sahabatnya. Bila kita melihat kilas balik kebelakang, salah satunya cerita tentang Ali ra, diceritakan jika waktu shalat tiba , wajah Ali karramullahu wajhah ra, sahabat nabi dan menantu nabi ini akan berubah , tubuhnya gemetar, bila orang bertanya mengenai penyebabnya, Ali ra akan menjawab, ”Sekarang waktunya untuk menunaikan amanat yang tidak mampu di tunaikan oleh langit dan bumi, gunung-gunung pun tak sanggup menunaikan amanat ini. Saya tidak tahu apalah saya mampu menunaikan amanat ini. Sampai-sampai Ali ra ketika dalam suatu pertempuran terkena panah yang sangat sulit dikeluarkan , memutuskan untuk mencabut anak panah ketika beliau sedang sholat, dan ketika ia sujud maka sahabatnya menarik sekuat tenaga anak panah tersebut, setelah selesai shalat ali masih bertanya heran kepada sahabatnya karena Ali tidak merasakan sama sekali ketika panah tersebut berusaha dicabut oleh sahabat-sahabatnya.
Begitu pula Abdullah bin Abbas bila mendengar suaran azan , ia akan menangis sehingga serbannya basah, urat-uratnya akan timbul, wajahnya memerah, ketika seorang bertanya kepadanya ,”Engkau mendengar suara adzan biasa , tidak ada apa-apanya, mengapa engkau sangat khawatir?” kemudian abbaspun menjawab ,”Andai manusia mengetahui apa yang sedang dikumandangkan oleh muadzhin, ia tidak akan dapat tidur dan istirahat dengan tenang , bahkan kantuknya pun akan hilang,” Kemudian ia menjelaskan makna setiap kalimat adzan secara rinci.
Menurut Quraishi Shihab Shalat pada hakikatnya merupakan kebutuhan mutlak untuk mewujudkan manusia seutuhnya, kebutuhan akal pikiran dan jiwa manusia, sebagaimana ia merupakan kebutuhan untuk mewujudkan masyarakat yang diharapkan oleh manusia seutuhnyanya. Shalat dibutuhkan oleh pikiran dan akal manusia, karena ia merupakan pengejawantahan dari hubungan dengan Tuhan, hubungan yang mengambarkan pengetahuan tentang tata kerja alam raya ini, yang berjalan dalam kesatuan sistem, shalat juga mengambarkan tata intelegensi semesta yang total yang sepenuhnya diawasi dan dikendalikan oleh suatu kekuatan yang Maha dasyat dan Maha mengetahui, Tuhan yang maha esa, Dan bila demikian, maka tidaklah keliru bila dikatakan bahwa semakin mendalam pengetahuan seseorang tentang tata kerja alam raya ini, akan semakin tekun dan khusyuk pula ia melaksanakan shalat. (Shihab, 1992:343)
Mahmud Abdullah dosen ulumul Quran Al-Azhar mesir, menyatakan bahwa shalat 5 waktu adalah asupan bernutrisi bagi ruh, jika seorang hamba bermunajat kepada Tuhannya melalui shalat, hatinya akan semakin terang, dan dadanya pun semakin lapang. Dia akan memohon kepada Allah tanpa sesuatu penghalang apapun. Dia berdiri dihadapan-Nya kapanpun dia mau dan berdialog dengan-Nya tanpa satu pun penerjemah, dengan demikian , dia akan selalu merasa dekat dengan Allah dan tidak sedikit pun merasa jauh dari-Nya. Dia juga akan dengan mudahnya memohon pertolongan-Nya yang Maha mulia tanpa menghina hamba-Nya sedikitpun yang datang kepadanya, yang Maha kaya dan memiliki kerajaan langit dan bumi tanpa sedikitpun kikir dalam memberikan permintaan hamba-hamba-Nya. Hal ini selaras dengan firman Allah (M Abdullah, 2006:72)
Dalam Surat Albaqoroh ayat:153. Allah berfirman

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Berarti disini sabar dan shalat menjadi cara yang paling bijaksana dan paling benar bagi seorang muslim menyikapi masalah dan cobaan yang menimpanya sehingga kegelisahan tidak menjadi stress yang berkepanjangan
Dalam Tafsir Al Maraghi, Sesungguhnya kewajiban yang dibebankan kepada orang Muslim ialah mengetahui, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata dan Dia tidak ada Tuhan selain Allah semata, dan Dia tidak mempunyai sekutu, Jika telah diakui bahwa Akulah Tuhan yang Haq dan tidak ada sembahan selain aku, maka beribadahlah hanya kepada Ku dan tunduklah kepada seluruh apa yang aku bebankan kepadaMu. Lakukanlah Shallat menurut aturan yang telah aku perintahkan kepadamu dengan rukun dan syaratnya agar dalam Shalat itu kamu mengingat Aku dan berdoa kepada ku dengan doa yang tulus dan bersih tampa dicampuri syirik dan tidak menghadap diri kepada selain aku.
Disebutkan shalat secara khusus diantara ibadah yang lainnya, karena ia mempunyai keutamaan atas yang lainnya. Didalam shalat, seseorang mengingat sembahannya dan hati serta lisan sibuk dengan itu. Oleh sebab itu, shalat dapat mencegah perbuatan yang keji dan mungkar.

Al-Ankabuut:45. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dari Tirmidzi dan Ibnu Majah dalam jamaah lain mengeluarkan riwayat dari Abu Hurairah, Bahwa Rasullullah saw, bersabda” Barang siapa lupa akan suatu Shalat, maka hendaklah ia mengerjakan shalat itu ketika mengingatnya, karena sesungguhnya Allah berfirman,” dirikanlah Shallat untuk mengingatKu. ( Al-Magraghi jilid 16 :168 – 169)
Ketika usaha sedemikian sulit, ketika musibah datang bertubi-tubi, ketika kehilangan pekerjaan, ketika kita ditinggal oleh orang yang terkasih , dan kesabaran
menjadi lemah, maka shalat menjadi sarana yang paling penting untuk kita laksanakan sebagai sarana kita mengadukan semua persoalan kita kepada Allah SWT.
Shalat merupakan penolong yang akan selalu memperbaharui kekuatan dan bekal yang akan selalu memperbaiki hati. Dengan shalat kesabaran akan tetap ada dan tidak akan terputus. Justru shalat akan mempertebal kesabaran, Sehingga akhirnya kamu muslimin akan ridha, tenang, teguh dan yakin. ( Sayyid Qutbh, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an jilid 1: 171)
Menurut tafsir Ibnu katsir (jilid 4:90) memurnikan ketaatan kapada-Nya adalah mengabdikan kepada-Nya dan serulah semua orang untuk mengabdi kepada Nya saja, tiada sekutu bagi-Nya , karena tidak layak beribadat kecuali bagi-Nya saja. Oleh karena itu Allah SWT berfirman, Ingatlah , hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih,” maksudnya , tidak ada amalan yang diterima kecuali bila amalan itu iklash semata-mata karena-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Iklash berarti kita memurnikan ketaatan kita, beribadah yang iklash berarti kita semata-mata beribadah hanya untuk Allah, bukan terhadap yang lain

Al-Hijr:98. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat), Dalam Al-Quran surat

Thaha:132 Allah berfirman

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

Sebuah hadist menyebutkan bahwa jika keluarga Nabi saw, ditimpa suatu masalah, beliau akan menyuruh mereka mengerjakan shallat sambil membacakan ayat diatas, Seluruh Nabiyullah, jika mengalami kesulitan, mereka pun segera menyibukkan diri dengan shalat. Namun sayangnya dewasa ini kita sangat melalaikan. Kita tidak memperdulikan shalat, padahal kita sering mengaku sedang mengajak kita agar memperhatikan shalat kita akan mencelanya dan mendebatnya, sebenarnya hal ini menghancurkan diri kita sendiri ( Al-Kandahlawi, 2003:285)


Ibrahim: 40. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
Doa diatas dihaturkan Nabi Ibrahim ketika di usia tuanya dianugerahkan anak, Ibrahim berkata ,”Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadanya , Ismail dan Ishak. Doa inipun seharusnya menjadi salah satu doa yang seharusnya kita ingat dalam mendidik anak-anak kita.

Al-Maarij 34-35 Dan orang-orang yang memelihara shalatnya., Mereka itu (kekal) di syurga lagi dimuliakan.
Orang yang memelihara shalatnya, orang yaitu orang-orang yang selalu memelihara waktunya, kewajiban-kewajibannya, tenang dan khusyu, ketika melaksanakannya, merekalah yang akan dijanjikan Allah memasuki syurga yang dimuliakan.

Shalat harus dikerjakan dalam keadaan apapun, dalam keadaan takut sekalipun dan dimanapun seperti dalam firman Allah Al-Baqarah

Al-Baqarah :239. Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
Allah memerintahkan kita mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan berjamaah dalam melakukan shalat, terutama bagi laki-laki. Menjalankan shalat secara jamaah akan meningkatkan ukhuwah islamiah dan akan memakmurkan mesjid. Persatuan dan kesatuan dapat tercipta melalui ukhuwah diantara sesama muslim. Ibarat Lidi yang terjalin menjadi sapu akan lebih kuat dan tidak mudah patah.

Al-Baqarah :43. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku

Menurut Al-Kandahlawi banyak hadist yang menerangkan dan menegaskan tentang keberkahan dan keuntungan shalat, namun terlalu banyak jika ditulis semua, sehingga dibuatlah rangkuman terjemahan hadist tentang shalat sebagai mana berikut dibawah ini. Rasulullah saw bersabda:
1. Perintah yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat ialah shalat
2. atakutlah kepada Allah dalam masalah shalat, takutlah kepada Allah dalam masalah shalat, takutlah kepada Allah dalam masalah shalat
3. Pembeda antara seseorang dengan syirik adalah shalat
4. Shalat adalah satu tanda keislaman. Barang siapa shalat dengan khusyu’ tepat waktu, dan memperhatikan rukun serta sunah-sunahnya, ia pasti seseorang mukmin
5. diantara semua perintah Allah swt, iman dan shallat adalah kewajiban yang paling utama. Jika ada sesuatu yang lebih baik dari itu, maka Allah akan memerintahkan para malaikat-Nya, yang sebagian dari mereka pada waktu siang dan malam hari ada yang senantiasa ruku, dan sebagian lainnya ada yang terus sujud
6. Shalat adalah tiang agama
7. Shalat menghitamkan mulut syaitan
8. Shalat adalah nur bagi orang-orang beriman
9. Shalat adalah jihad yang paling utama
10. Selama seseorang memperhatikan shalatnya, maka Allah tidak akan mengabaikannya
11. Jika suatu musibah turun dari langit, maka orang yang memakmurkan masjid pasti selamat
12. Jika seorang muslim dimasukkan ke neraka karena dosa-dosanya yang besar, maka api neraka tidak dapat membakar anggota tubuhnya yang telah bersujud ketika shalat
13. Allah mengharamkan api neraka bagi orang yang bersujud kepada_nya
14. Amal yang paling disukai Allah adalah shallat tepat pada waktunya
15. Allah swt sangat menyukai orang-orang yang bersujud kepada-Nya dengan perasaan yang sangat hina
16. Allah swt sangat dekat dengan hamba-Nya ketika hamba-Nya sujud kepada-Nya
17. Shallat adalah anak kunci surga
18. Jika seseorang berdiri untuk shalat, pintu-pintu surga akan terbuka dan Allah swt akan menyingkapkan hijab antara ia dengan Allah. Selama ia tidak melakukan hal-hal yang dibenci dalam shalat
19. Orang yang shalat diibaratkan sedang mengetuk pintu rumah Allah. Sebagaimana pada umumnya, pintu yang diketuk itu akan dibuka
20. Derajat shalat dalam agama seperti kedudukan kepala di badan
21. Shalat adalah nur bagi hati. Barang siapa ingin hatinya senantiasa bersinar maka sinarilah dengan shalat
22. Barang siapa berwudhu dengan sempurna, lalu mengerjakan shalat dengan khusyu dan khudhu, baik shalat fardhu ataupun sunah, dan ia ingin agar dosa-dosanya diampuni Allah, maka Allah akan mengampuninya
23. Setiap bumi yang diatasnya didirikan shalat atau mengingat Allah, maka tanah itu akan merasa bangga dibandingkan tanah lainnya
24. Barang siapa mengerjakan shalat dua rakaat lalu berdoa kepada Allah, Allah pasti akan mengabulkan doanya. Adakalanya dipercepat atau diperlambat, sesuai dengan kepentingannya, yang jelas, doanya akan dikabulkan
25. Barang siapa mengerjakan shalat dua rakaat sendirian, tanpa seorangpun yang melihatnya kecuali Allah dan para malaikat-Nya, maka api neraka tidak akan menyentuhnya.
26. Jika seorang muslim mendirikan shalat fardhu, maka Allah swt, akan mengabulkan salah satu doanya
27. Barang siapa mengerjakan shalat lima waktu dengan khusyu’, dan melakukan ruku’, sujud, wudhu dan sebagainyan dengan sempurna, maka wajib baginya surga dan haram atasnya neraka
28. Seorang muslim yang benar-benar menjaga shalat lima waktunya dengan istiqamah, maka syaitan akan takut kepadanya. Namun jika tidak memperdulikan shalat lima waktunya, syaitan akan menguasainya dan akan menyesatkannya
29. Amal yang paling utama adlah shalat pada awal waktu
30. Shalat adalah kurbanya para muttaqin
31. Amal yang disenangi Allah ialah Shalt pada awal waktu
32. Barang siapa pergi untuk menunaikan shalat shubuh, berarti ia sedang membawa bendera iman ditangannya. Dan barang siapa pergi ke pasar berarti dia membawa bendara syaitan di tangannya
33. Empat rakaat sebelum Zhuhur sama pahalanya dengan empat raka’at shalat tahajud
34. Empat rakaat sebelum Zhuhur sama dengan empat rakaat shalat tahajud
35. Rahmat Allah swt bercucuran keatas orang yang berdiri shalat
36. Sebaik-baiknya shalat (setelah shalat fardhu) adalah shalat malam, namun sangat sedikit yang mengerjakannya
37. Jibril as berkata kepadaku dan berkata, ”Ya Muhammad, berapa lamapun engkau hidup, kamu pasti akan mati juga, betapun engkau mencitai sesuatu, suatu hari engkau akan berpisah dengannya. Sesungguhnya engkau akan menerima balasan atas apa saja yang engkau lakukan (baik atau buruk), tidak diragukan lagi bahwa kehormatan seorang mukmin adalah dalam tahajudnya, dan kemuliaan seseorang mukmin adalah dalam qana’ahnya
38. Shalat malam dua rakaat lebih berharga dari pada kekayaan didunia ini , jika tidak memberatkan umatku, aku akan mewajibkan shalat tahajud
39. Jagalah shalat tahajud, karena tahajud adalah amalan para shalihin dan penyebab untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghentikan perbuatan dosa, penyebab ampunan dosa, dan menyehatkan badan.
40. Allah berfirman, ”Hai anak adam , janganlah malas untuk mengerjakan empat rakaat pada permulaan pagi, karena aku akan mencurahkan rejekimu pada hari itu.” (Al-Kandahlawi,2003: 241-242)

Ada beberapa 12 hal yang harus diperhatikan dalam shalat (As-Samarqandi,1999:495-499)
1. Dalam melakukan sesuatu ibadah kita harus mengetahui ilmunya , Nabi bersabda amal yang sedikit dengan ilmu itu lebih baik dari pada amal banyak tanpa ilmu.” Pengetahuan disini :
a) Mengetahui mana yang wajib dan yang sunah dalam shalat
b) Mengetahui mana yang wajib dan sunah dalam berwudhu
c) Mengetahui tipu daya setan sehingga ia bisa memeranginya
2. Wudu Karena Nabi bersabda :” Tidak sah shalat melainkan dengan suci”.
Sempurnanya wudhu dengan tiga hal, yaitu:
a) Membersihkan hati dari rasa dengki dan jahat
b) Membersihkan badan dari dosa
c) Membasuh anggota-anggota wudu dengan sempurna tanpa memboroskan air
3. Pakaian , karena Allah SWT berfirman:
QS. Al-A’raf:31 , artinya” pakailah pakaianmu yang bagus setiap kali (memasuki)
mesjid.” Maksudnya berpakaianlah kamu setiap mengerjakan shalat.
Sempurnannya pakaian dengan tiga hal, yaitu:
a) Pakaian itu berasal dari usaha yang halal
b) Bersih dari najis
c) Sesuai dengan sunah. Berpakaian bukan untuk bermegah-megahan.
4. Memelihara waktu, karena Allah Ta’ala berfirman: QS. An-Nisa:103,
”Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang
yang beriman.”
Sempurnanya pemeliharaan waktu dengan tiga hal yaitu:
a) Mata selalu mempehatikan jalannya matahari, bulan dan bintang untuk mengetahui waktu shalat
b) Telinga selalu memperhatikan suara azan
c) Hati selalu mengingat dan memperhatikan tibanya waktu shalat
5. Menghadap Kiblat karena Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah:150,
”Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram, dan di mana saja kamu berada,
palingkanlah mukamu ke arahnya.
Kesempurnaan menghadap Kiblat dengan tiga hal, yaitu:
a) Menghadap muka ke arah kiblat
b) Menghadap Allah dengan sepenuh hati
c) Khusyuk dan merendahkan diri
6. Niat karena Nabi Saw, bersabda,” Sesungguhnya segala amalan perbuatan itu
tergantung pada niatnya, dan bagi seseorang apa yang diniatkan.”
Kesempurnaan niat tiga hal, yaitu:
a) Mengetahui shalat apa yang dikerjakan
b) Menyadari bahwa ia sedang berdiri dihadapan Allah
c) Menyadari bahwa Allah mengetahui segala hal yang ada didalam hati, maka
bersihkanlah hati dari kesibukan memikirkan masalah dunia
7. Kesempurnaan Takbiratul ihram dengan tiga hal, yaitu
a) Takbir dengan benar dan mantap
b) Mengarahkan hati hati hanya kepada Allah
c) Tidak menoleh ke kanan dan kekiri
8. Membaca ayat-ayat Al-Quran, karena Allah berfirman ” Bacalah apa yang mudah
(bagimu) dari Al-Quran “(QS. Al-Muzammil:20).Kesempurnaan bacaan Al-
Quran dengan tiga hal, yaitu:
a) Membaca surat Al-fatihah dengan bacaan yang benar dan tartil
b) Membaca dengan merenungi artinya
c) Mengamalkan apa yang dibaca
9. Rukuk , karena Allah Ta’ala berfirman ” Dan rukuklah kamu,” (QS. Al-
Hajj:77). Kesempurnaan rukuk dengan tiga hal, yaitu:
a) Meluruskan tulang punggung
b) Meletakan kedua tangan pada lutut dan merenggangkan jari-jari
c) Thuma’ninah dalam rukuk dalam rukuk seraya membaca tasbih dengan
mengagungkan Allah.
10. Kesempurnaan Duduk dengan tiga hal , yaitu:
a) Duduk di atas kaki kiri dan menegakkan telapak kaki kanan
b) Membaca tashahud (tahiyat) dengan ta’zhim serta berdoa untuk diri sendiri dan
segenap kaum mukminin
c) Mengucapkan salam dengan sempurna. Adapun kesempurnaan salam itu
dengan niat memberi salam dari lubuk hati, Semoga kesejahteraan
dilimpahkan ke malaikat dan segenap orang yang berada disebelah kanan dan
disebelah kiri, serta pandangan tidak melebihi kedua bahu.
11. Berdiri , karena Allah berfirman dalam Qs, Al-Baqarah:238 ,”Berdirilah karena
Allah (dalam salatmu) dengan khuyuk.”
12. Kesempurnaan Iklash juga dengan tiga hal, yaitu
a) Shalat itu ditujuan hanya untuk mengharapkan rida Allah
b) Merasa bahwa mengerjakan shalat itu karena taufik dari Allah
c) Memelihara shalat agar bisa bersama-sama menghadap Allah nanti pada hari
kiamat.

Shalat dan Kesehatan
Gerakan shalat menurut para ilmuwan dan dokter salah satu terbaik untuk menyembuhkan rematik (terutama untuk tulang punggung), yang disebabkan oleh ketidak seimbangan otot . Berdasarkan saran dokter tidak ada solusi yang berbaik untuk menghindari rematik sejak dini dengan melaksanakan sholat 5 waktu secara konsisten dan juga banyak melakukan gerak untuk meminimalisir kemungkinan penyakit tulang punggung, memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin mengembalikan keseimbangan pada persendian dan otot tubuh, dan otot tubuh, dan hendaknya hal ini tetap dilaksanakan walaupun ada kerusakan tulang atay setelah penggunaan gips. Dapat disimpulkan bahwa gerakan sholat adalah jenis gerakan terbaik yang selaras dengan saran dokter dan mampu mengembalikan fungsi otot dengan baik, gerakan yang dimaksud diantaranya gerakan rukuk, berdiri tegak, sujud dalam waktu yang lama dan dilakukan berulang (Abdullah, 2006: 37-38
Gerakan shalat pun merupakan gerakan olah raga ringan yang baik untuk melancarkan peredaran darah tubuh, lancarnya peredaran darah , akan melancarkan suply oksigen dan nutrisi keseluruh organ tubuh dan otak.
Selain baik untuk jantung dan peredaran darah , gerakan shalat ini juga dapat memperkuat tulang karena tulang yang banyak digerakan secara terus menerus akan menjadi lebh baik ,lebih tebal tidak gampang kropos atau dapat terhindar dari steoporosis, karena mengandung lebih banyak kalsium dibanding tulang yang tidak sering digerakan.
Berwudhu yang kita lakukan sebelum shalat dapat menetralisir jumlah kuman yang patogen atau berbahaya akibat kulit yang terpapar dengan debu. Sehingga kebersihan kulit lebih terjaga dari infeksi kulit, membilas kulit dengan air yang berulang-ulang dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap bakteri, sehingga meningkatkan imunitas.
Berwudhu juga dapat menghindari kanker kulit, kulit yang terpapar dengan berbagai zat kimia , dengan membilas kulit sebanyak 5 kali sehari dapat mengurangi efek kimiawi yang terpapar ke kulit kita, sehingga dampat zat kimia dapat diminimalisir.
Dalam sebuah penelitian di falkutas kedokteran di Iskandariyah Mesir, bekerja sama dengan kelompok peneliti ilmiah dan tehnologi melakukan penelitian untuk mengungkapkan hubungan anara ilmu pengetahuan dan wudhu dilihat dari kesehatan mengungkapkan bahwa hidung bagian dalam yang tidak dibasuh air umumnya berwarna pucat, berminyak, serta penuh dengan debu dan kotoran, sedangkan pintu hidungnya yang tampak bagian luar , tampak berwarna cerah dan terdapat bulu hidung padanya. Bulu hidung umumnya rentan dihinggapi debu dan kotoran . Sedangkan pada hidung kelompok yang disiplin melakukan wudhu tidak didapati kumpulan bakter dan mikroba.
Hembing memaparkan membasuh wajah waktu wudhu dengan air bersih akan merangsang titik-titik akupuntur dibagian wajah yang efeknya sangat bermanfaat untuk kesehatan. Rangsangan yang ditimbulkan fungsinya sesuai dengan therapi akupuntur. Pada wajah terdapat pusat akupuntur organ seperti titik, dada, usus kecil, usus besar, ginjal, kaki, tangan, tempurung lutut, faring, hati , limfa, jantung, kandung kemih, lambung, paru-paru, kandung empedu. Ketika membasuh kedua tangan sampai siku pun terdapat titik akupuntur yang terangsang antara lain. Meridien yien untuk menyembuhkan penyakit pada dada, paru-paru, tenggorokan, lambung, jantung, dan organ gerakan bagian atas. Rangsangan pada meridien yang ditangan dapat menyembuhkan penyakit pada kepala, wajahm mata, kuping, hidung, mulut, gigi, tenggorokan dan organ gerak bagian atas leher (Hembing,1994:47-49)
Bila kita melihat titik akupuntur pada telinga, terdapat berbagai titik akupuntur organ, sehingga perangsangan telinga dengan membasuhnya tiga kali juga otomatis akan menyeimbangkan organ-organ tubuh
Hembing menambahkan bahwa dalam pengobatan oriental atau cina dengan akupuntur, terdapat sistem meridien pada tubuh , saluran0saluran yang membujur (cing) dan saluran yang melintang (Lo) yang tersebar secara simetris di seluruh tubuh, serta menghubungkan titik akupuntur tertentu, selama sehat sirkulasi energi vital akan berada pada keadaan seimbang, sedangkan ketidak seimbangan membuat sakit, dengan merangsang titik meridien tersebut , keseimbangan aliran energi akan diperbaiki dan akan kembali sehat, dengan berwudhu , saat kita membasuh tangan, wajah, kedua kaki , hidung , telinga, bagian kepala, maka meridien yang terdapat di bagian tubuh tersebut akan tersentuh. Rangsangan terhadap meridien dan titik akupuntur terkait dengan berbagai disiplin ilmu mulai dari fisiologi, anatom, patologi.
Titik Akupuntur dan meridien berhubungan erat dengan aktivitas susunan syarat otonom, yang terdiri dari syaraf simpatis dan parasimpatis yang berpusat di hipotalamus otak,. Sifat syaraf simpatis bersifat Yang dan syaraf parasimpatis bersifat Yin. Penjelasan sistem syaraf simpatis dan para simpatis dapat lebih jelas dibaca dalam mekanisme stres yang dipengaruhi hormonal tubuh.
Membasuh kepala ketika wudhu dapat memberikan kebersihan kulit kepala dan rambut dari debu, dan juga dapat menjernihkan otak. Bisa terasa ketika hati dan emosi sedang marah, air wudhu yang membasahi kepala dapat menurunkan emosi kita dan menyeimbangkan hormon stress dalam tubuh. Hormon kortisol merupakan salah satu hormon yang meningkat ketika terjadi stress dan emosi amarah, yang bekerja meningkatkan seluruh kerja organ untuk bersikap fight and fligh atau waspada, dimana kerja jangtung meningkat, tekanan darah bertambah, kita menjadi waspada, wajah memerah, dan bila hal ini tidak di kendalikan, kemarahan bisa memuncak ke alam bawah sadar sehingga orang bila khilaf atau kalau sifatnya kronis membawa kepenyakit fisik.
Shalat yang khusyuk , dimana seluruh pikiran dalam keadaan kosentrasi dan komunikasi dengan Allah , terdapat waktu dimana otak memperoleh istirahat yang sempurna untuk menetralisir peningkatan jumlah zat kimia yang dihasilkan otak dalam menghadapi stresor.

2. Puasa
Puasa telah dilakukan sejak zaman dulu, tidak hanya oleh umat Islam saja, tapi oleh umat beragama yang lain, dengan cara masing-masing yang dipercayainya. Dengan puasa kita bisa sehat secara jasmani dan rohani.
Dalam medis puasa bisa membersihkan toksin dan zat-zat yang menumpuk dalam seluran pencernaan, ginjal, dan organ yang lain akibat bahan pengawet, zat pewarna, pemanis buatan, zat karninogenik yang menyebabkan kanker, asap rokok dan lain-lainnya yang menumpuk bertahun-tahun . Walaupun tubuh kita sendiri mempunyai kemampuan mekanisme untuk mengobati sediri, tapi kapasitas tubuh sendiri juga ada batasnya. Dengan puasa ini kerja tubuh melindungi organ-organnya bisa lebih sempurna.
Dalam Islam puasa yang kita lakukan dalam bulan ramadhan maupun puasa sunah diluar Ramadhan membuat kita bisa menjadi lebih taqwa dan lebih sabar, bila yang halal saja dapat kita tahan dengan puasa, apalagi yang haram.
Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim , dari Abu Hurairah r.a , katanya Rasullullah bersabda ”Allah ’Azza wa Jalla berfirman: ”Setiap amal anak Adam teruntuk baginya kecuali puasa, puasa itu adalah untuk Ku dan Aku akan memberinya pahala. Puasa itu perisai. Apabla kamu puasa janganlah kamu rusak puasamu itu dengan sanggama dan jangan menghina orang. Apabila kamu yang dihina atau dipukul orang, maka katakanlah :”Aku puasa,” Demi Allah yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang puasa lebih harum disisi Allah pada hari kiamat kelak dari pada bau kesturi. Dan bagi orang puasa ada dua kegembiraan. Apabila dia berbuka dia gembira dengan bukaannya dan apabila dia menemui Tuhannya (meninggal) dia gembira dengan puasanya. (Muslim:hadist 1117)
Puasa secara etimologis berarti mencegah makan, minum, berhubungan seksual. Dan secara terminologi puasa berarti menahan diri dari hal-hal yang bisa membatalkan, atau dari makanan, minuman, dan bersetubuh mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.. Dalam bahasa arab puasa sama dengan shaum , dalam Mu’jan al Watsith, kata puasa diartikan sebagai mencegah diri untuk tidk berbuat atau berkata sesuatu . Sedangkan kata shama, shauman dan shiyaman artinya adalah menahan. Kata shaum dan syiyam bermakna sama, sedangkan kata shauman (puasa) dalam surah Maryam ayat 26, artinya adalah membisu, tidak berbicara (Ash-Shawi,2006:18).
Allah berfirman tentang puasa dalam beberapa ayat dalam Al-Quran sebagai berikut:


Dalam Alquran Qs Al-Baqarah 2:183.Allah berfirman,” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
Qs Al-Baqarah 2:184
.
”dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Qs Al-Baqarah 2:185
.
”Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Qs Al-Baqarah 2:187

,”Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa puasa adalah menahan diri dari makan, minum berijma disertai niat iklash karena Allah SWT. Pada permulaan Islam, puasa dilaksanakan 3 hari setiap bulan, kemudian pelaksanaannya dinasakh oleh puasa pada bulan ramandhan. Dari Muazh, ibnu Mas’ud dan yang lainnya dikatakan bahwa puasa itu senantiasa disyariatkan sejak zaman nabi Nuh hingga Allah menasakh ketentuan itu dengan puasa Ramandhan (Tafsir Ibnu Katsir I: 286-287)
Allah mewajibkan puasa karena puasa dapat menyucikan badan.. Allah juga memberikan kemudahan, kemudahan bagi yang sakit, berpergian untuk tidak berpuasa, namun boleh mengqadha di hari yang lain. Orang yang merasa berat (0rang tua yang tidak sanggup puasa) untuk memberi makan kepada orang-orang muskin (fidyah) setiap hari berbuka. Demikian pula pada orang yang hamil dan menyusui jika keduanya mengkhawatikan keselamatan anaknya dan menggantinya dikemudian hari. Sesuai bilangan yang ditinggalkan. Fidyah adalah mengeluarkan satu mud (sama dengan 800 gram gandum atau sejenisnya) setiap hari, dan setiap mud diberikan kepada satu orang miskin.
Untuk wanita hamil yang hampir melahirkan dan sedang menyusui, ada beberapa pendapat dalam persoalan fidyah (kifarah) yaitu:( Mughniyah,2005:158)
1. Hanafi, tidak mewajibkan fidyah secara mutlak
2. Maliki, hanya mewajibkan bagi wanita yang menyusui, bukan yang hamil
3. Hambali dan syafi’i, menyatakan bahwa setiap wanita yang hamil dan menyusui wajib membayar fidyah, bila hanya khawatir bagi anaknya saja, tetapi bila khawatir terhadap dirinya dan anaknya secara bersamaan, maka dia harus meng-qadha (menggantinya), tanpa membayar fidyah.
4. Imamiyah, kalau wanita hamil yang saat kelahirannya sudah dekat dan membahayakan dirinya bila berpuasa, atau membahayakan dirinya bila berpuasa, atau dia harus berbuka dan tidak boleh berpuasa, karena yang membahayakan itu diharamkan. Mereka sepakat bahwa bagi wanita yang khawatir membahayakan anaknya harus meng-qadha’ (menggantinya) dan membayar fidyah satu mud. Tetapi kalau khawatir membahayakan dirinya, mereka berbeda pendapat, sebagian harus meng-qahda (menggantinya) dan tidak usah membayar fidyah, dan yang lainnya harus meng-qhada dan membayar fidyah.
Menurut Quraish Shihab puasa yang dilakukan umat Islam digaris bawahi oleh Al-Quran sebagai ”bertujuan untuk memperoleh taqwa”, Tujuan tersebut tercapai dengan menghayati arti puasa itu sendiri. Memahami dan menghayati arti puasa memerlukan pemahaman terhadap dua hal pokok menyangkut hakikat manusia dan kewajiban di bumi, Pertama, manusia diciptakan Allah dari tanah , kemudian dihembuskan kepadaNya Ruh ciptaan-Nya dan diberi potensi untuk mengembangkan dirinya hingga mencapai satu tingkat yang menjadikannya wajar untuk menjadi khalifah (pengganti) Tuhan dalam memakmurkan bumi ini, menurut hadis pula bahwa tuhan menciptakan manusia menurut ”petanya” , dalam arti memberikan potensi untuk memiliki sifat-sifat sesuai dengan kemampuannya sebagai mahluk, Kedua , dalam perjalanan manusia menuju Bumi , ia (Adam) melewati (” transit”di) surga agar pengalaman, yang diperolehnya disana dapat dijadikan bekal dalam menyukseskan tugas pokoknya dibumi ini, Pengalaman tersebut antara lain adalah persentuhan dengan keadaan di surga itu sendiri. Disana telah tersedia segala macam kebutuhan manusia, antara lain sandang pangan serta ketentraman lahir dan batin (Qs 20 :118-119 dan Qs 56: 25). Hal ini mendorong manusia untuk menciptakan bayangan surga di bumi, sebagaimana pengalamannya dengan dengan setan mendorongnya untuk berhati-hati agar tidak terpedaya lagi sehingga mengalami kepahitan yang dirasakan ketika terusir dari surga. Kebutuhan fisiologis, seperti makan, minum , hubungan suami istri merupakan kebutuhan paling mendasar yang harus terpenuhi dulu sebelum menginjak kebutuhan berikutnya, bila seseorang dapat mengendalikan kebutuhan dasarnya maka akan mudah mengendalikan kebutuhan yang lainnya. (Shihab,1998:308)
Teori tentang kebutuhan manusia yang dicetuskan Abraham Maslow (pelopor aliran psikologi humanistik). Bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). Menurutnya, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis), kedua kebutuhan akan rasa aman dan tentram, ketiga kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, keempat kebutuhan untuk dihargai dan yang paling tinggi adalah kebutuhan aktualisasi diri
Quraishi Shihab menambahkan bahwa Tujuan Puasa yang sebenarnya adalah meneladani Allah dalam sifat-sifatNya yang berjumlah sembilan puluh sembilan itu. Dan manusua meneladaninya sesuai dengan kemampuan sebagai manusia, Dengan demikian , dengan mencontoh sifat-sifat Tuhan berarti membangun dan memakmurkan bumi ini sehingga pada akhirnya bumi ini menjadi ”bayang-bayang ” surga yang penuh dengan keamanan dan kedamaian, serta pemenuhan segala kebutuhan hidup manusia seperti sandang, pangan , papan.
Hasan Basri menggambarkan keadaan orang yang meneladani Tuhan sehingga mencapai tingkat taqwa yang sebenarnya dengan ungkapan :”Anda akan menjumpai orang tersebut teguh dalam keyakinan, teguh tapi bijaksana, tekun dalam menuntut ilmu, semakin berilmu semakin merendah, semakin berkuasa semakin bijaksana, tampak wibawanya didepan umum, jelas syukurnya dikala beruntung, menonjol qana’ah (kepuasan)-nya dalam pembagian rezeki, senantiasa berhias walaupun miskin, selalu cermat, tidak boros walaupun kaya, murah hati dan murah tangan , tidak menghina , tidak mengejek, tidak menghabiskan waktu dalam permainan dan tidak berjalan membawa fitnah, disiplin dalam tugasnya, tinggi dedikasinya, serta terpelihar identitiasnya, tidak menuntut yang bukan haknya dan tidak menahan hak orang lain. Kalau ditegur ia menyesal, kalau bersalah ia istughfar, bila dimaki ia tersenyum sambil berkata : Jika makian anda benar, maka aku bermohon semoga Tuhan mengampuniku. Dan jika makian anda keliru, maka aku memohon semoga Allah mengapunimu.”(Shihab, 1998:310).
Menurut Muhammad Ali As-Shabuni dalam ensiklopedia islam bahwa puasa sedikitnya mempunyai 4 hikmah yaitu:
a.Sarana Pendidikan bagi manusia agar tetap bertaqwa, membiasakan diri untuk patuh,
terhadap perintah Allah SWT, penghambaan diri terhadap Allah SWT.
b.Pendidkan jiwa dan membiasakan diri untuk tetap sabar dan tahan terhadap segala
penderitaan demi menempuh dan melaksanakan perintah Allah. Menahan diri dari
segala keinginan dan hawa nafsunya
c.Merupakan sarana menumbuhkan sayang dan rasa persaudaraan terhadap orang lain
sehingga terdorong membantu dan menyantuni orang yang tidak berkecukupan.
d.Dapat menanamkan dalam diri manusia rasa takwa kepada Allah SWT dengan
senantiasa menjalankan perintahnya dalam keadaan sembunyi-sembunyi maupun
terang-terangan.


Puasa adalah salah satu metode dalam mendetoksikasi tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit, dengan puasa kita bisa mengistirahatkan organ-organ tubuh dan membersihkan tubuh dari sisa residu dan zat karsinogenik yang ada dalam makanan. Menyeimbangkan metabolisme tubuh dan emosi. Yang terpenting, puasa dapat meningkatkan kualitas hidup kita.
Menurut Elson M. Haas M.D. Direktur Medical Centre of Marin (sejak 1984) . Dalam puasa (cleasing dan detoksifikasi) merupakan bagian dari trilogy nutrisi, balancing, building( toning). Elson percaya bahwa puasa adalah bagian yang hilang “missing link” dalam diet di dunia barat. Kebanyakan orang di barat over eating atau terlalu banyak makan, makan dengan protein yang berlebihan, lemak yang berlebihan pula. Sehingga ia menyarankan agar orang lain mulai mengatur makanannya agar lebih seimbang dan mulai berpuasa, karena puasa bermanfaat sebagai: purifikasi, peremajaan, istirahat pada organ pencernaan, anti aging, mengurangi alergi, mengurangi berat badan, detoksikasi, relaxasi mental dan emosi, perubahan kebiasaan dari kebiasaan makan yang buruk menjadi lebih seimbang dan lebih terkontrol, meningkatkan imunitas tubuh. dan lebih baik lagi bila dalam pengawasan dokter. Puasa dapat mengobati penyakit seperti Influeza, bronkitis, diare, konstipasi, alergi makanan, astma, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, kanker, epilepsi, sakit pada punggung, sakit mentalk , angina pectoris, panas, dan insomnia.(www.healthy .net)
Puasa sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam menanggulagi penyakit, bahkan di amerika ada pusat puasa yang diberi nama ”Fasting Center International, Inc” ,Director Dennis Paulson yang berdiri sudah sejak 35 tahun yang lalu, dengan pasien dari 220 negara. Yang merekomendasikan (1) program penurunan berat badan , (2) mengeluarkan toxin tubuh, (3) puasa dapat memperbaiki energy, kesehatan mental, kesehatan fisik dan yang paling terpenting meningkatkan kualitas hidup.
Beberapa Ilmuwan telah melakukan beberapa penelitian tentang puasa diantaranya secara ringkas dibawah ini:
1.Puasa dapat mengurangi jumlah hormon pemicu stress, Dr Sabah al-Baqir dan kawan-kawan dari Falkutas kedokteran Universitas King Saud.yang melakukan studi terhadap hormon prolaktin, insulin dan kortisol, pada tujuh orang laki-laki yang berpuasa sebagai sampel. Hasilnya bahwa tidak ada perubahan significan pada level kortisol. Prolaktin, dan insulin. Ini menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan bukanlah pekerjaan yang memberatkan , dan tidak mengakibatkan tekanan mental maupun saraf. Percobaan ini menunjukan peningkatannya terjadi pada perbedaan waktu saja, bila pada hari tidak puasa prolaktin mengalami kenaikan tertinggi pada jam 16.00. sementara pada bulan Ramadhan mengalami puncaknya pada pukul 21.00 dan menurun lagi sampai batas terendahnya pukul 04.00. Sementara insulin meningkat pada pukul 16.00, sedang pada bulan ramadhan pukul 21.00 menurun sampai batas terendah pukul 16.00. Sedang Kortisol pada hari biasa mencapai puncaknya pukul 09.00 , menurun pada pukul 21.00 . sementara pada bulan Ramadhan tidak ada perubahan berarti
2. Dr Ahmad Elkadi, Dr. Riyadh al-Biby , bersama rekannya di Amerika melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sukarelawan yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh. Indikator fungsional sel-sel getah (lymfocytes) membaik hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan sel-sel getah bening tidak berubah, namun prosentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit yaitu sel T mengalami kenaikan yang pesat. Fasting strengthens the immune system, force the body of many diseases, where the indicator improved functional cells Lyme tenfold, as is the proportion of immune cells responsible for the quality (T. lymphocyes) (4) increased significantly, rising as some types of antibodies in the body, and active responses immune result of the increased protein fatty Low density (5). (5) Riyad Albiby and Ahmed Elkadi: A preliminary Report on Effects of Islamic Fasting on Lipoprotens and Immunity. JMA, vol , 17 188 page 84
3. Dr Riyadh Sulaiman dan kawan-kawan tahun 1990 dari RS Universitas King Khalid, Riyadh Saudi melakukan penelitian terhadap pengaruh puasa Ramadhan terhadap 47 penderita diabetes jenis kedua (pasien yang tidak tergantung insulin). Dan sejumlah orang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan tidak menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan. Tidak ada pengaruh apapun yang berarti pada kontrol penyakit diabetes diabetes dikalangan penderita ini. Sejauh ini puasa Ramadhan aman saja bagi penderita diabetes sejauh dilakukan dengan kesadaran dan kontrol makanan serta obat-obatan.

Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengobatan yang terbaik seperti kata Plato bahwa puasa adalah untuk mengobati sakit fisik dan mental. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa “Fasting is the greatest remedy--the physician within!"
Puasa dapat dilakukan untuk pencegahan penyakit dan penyembuhan penyakit, secara ringkas perbedaan dan persamaan puasa yang dilakukan untuk pengobatan dan puasa Islam adalah sebagai berikut
1. Puasa dalam Islam dilakukan pada waktu yang telah ditentukan , yaitu bulan Ramadhan setiap tahun, selama satu bulan dan juga bisa dilakukan di luar bulan ramadhan yaitu sebagai puasa sunah. Sedangkan puasa medis dilakukan pada waktu tidak tertentu, tergantung kesadaran pasien atau anjuran dokter. Dan biasanya dalam pengawasan dokter
2. Puasa medis biasanya dengan pantangan beberapa zat makanan sesuai dengan tujuan pengobatannya. Sedangkan puasa Islam tidak memantang makanan, namun seimbang energi, protein , vitamin dan mineral.
3. Puasa Islam dilakukan dengan hati yang senang, begitulah janji Allah bahwa puasa yang umat Islam lakukan membawa dua kegembiraan, namun puasa medis biasanya membuat membuat pasien agak tertekan, dilakukan karena banyaknya bahan makanan yang dipantang. Dan pantangan sepanjang waktu sampai batas yang ditentukan dokter.
4. Puasa Islam dilakukan oleh orang yang sehat, sedangkan pada kondisi tertentu puasa diberikan keringanan, terutama pada wanita hamil. Menyusui, orang tua yang sudah tidak kuat lagi melaksanakan puasa. Pada puasa medis biasanya dilakukan karena petunjuk dokter pada seseorang yang mengalami kelainan medis tertentu.


3. Zikir dan Baca Al-Quran



QS. Al-Ahzab 41 artinya
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.


Dalam AL-Quran surat Ali-Imram 3:191, Allah berfirman: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Allah Taala mencela orang yang tidak mau mengambil pelajaran dari mahluk-mahluk-Nya yang menunjukan kepada zat, sifat, syariat, takdir, dan tanda-tanda kebesarannya. Allah Ta’ala berfirman,” dan betapa banyaknya tanda-tanda kebesaran-Nya yang terdapat di langit dan bumi..sedang mereka menyekutukan Allah,”Allah memuji hamba-hambanya yang beriman,”yang mengingat Allah ketika duduk, berdiri berbaring. Mereka merenungkan penciptaan langit dan bumi” sambil berkata.,” Ya Tuhan kami, tidaklah engkau ciptakan ini dengan sia-sia”Yakni , tidaklah engkau ciptakan mahluk ini dengan main-main , namun secara hak agar engkau membalas orang-orang yang beramal buruk sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan serta membalas orang yang berbuat baik dengan balasan kebaikan. (Tafsir Ibnu Katsir Jilid I: 635)
Dengan banyak berzikir kita akan selalu mengingat Allah, kita berharap hanya kepada Allah yang selalu dekat kepada kita, yang akan mengabulkan permohonan hambanya yang iklash dan taat kepada perintah Allah dan selalu berada dalam kebenaran.
Qs. Al-Baqarah :186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Cara berbicara kepada Allah, Seorang syek bertanya kepada darwisnya, apakah ia ingin berbicara dengan Tuhan, ketika sang darwis mengiyakannya , sang Syek mengajarkan sang darwis, bahwa setiap kali ia berada dalam kesendirian, ia harus mengucapkan doa berikut. .Ya ALLAH Tampa-Mu wahai kekasih, aku tidak bisa tentram, aku tidak dapat menghitung anugerah yang kau limpahkan kepadaku, Bahkan jika setiap helai rambut dari tubuh ku menjadi lidah, aku tidak mampu mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepadaMu.( Frager R :307)
Seorang muhaddist terkenal Hafizh Ibnu Qayyim rah.a telah menulis sebuah kitab berbahasa Arab Al-wabilush-Shayyib yang banyak membicarakan manfaat zikir . dibawah ini akan disebutkan secara ringkas dan berurutan faedah zikir yaitu : (Al-Kandahlawi Rah,a,2003 :409)
1. Zikir menjauhkan diri dari syetan sekaligus menghancurkan kekuatannya, menyebabkan disukai Allah SWT, menjauhkan kerisauan dan kesedihan hati , melapangkan kan menggembirakan hati, menerangi wajah dan hati dan menarik rejeki
2. Ahli zikir akan dipakaikan pakaian kewibawaan dan kemanisan . Dengan melihatnya, timbul rasa gentar. Dan orang yang melihatnya merasakan kedamaiaan
3. Zikir menimbulkan kecintaan kepada Allah swt. Dan cinta adalah ruh Islam pusat agama, juga sumber kebahagiaan dan keselamatan, Barang siapa ingin mencapai kecintaan sejati kepada Allah, perbanyaklah zikir. Sebagaimana bermudzakarah, adalah pintu ilmu maka zikir adalah pintu cinta kepada Allah SWT.
4. Zikir akan membuahkan muraqabah, sehingga menyampaikan kita kepada ihsan. Dengan Ihsan, seseorang seakan-akan melihat Allah swt. Dalam ibadannya
5. Zikir adalah alat kembali kepada Allah SWT, membawa seseorang menyerahkan diri kepada Allah sehingga secara berlahan-lahan Allah swt menjadi tempat perlindungan dan bentengnya dari segala hal, ia senantiasa berlindung kepada Allah dari setiap musibah..
6. Zikir mendekatkan diri kepada Allah swt, sejauh mana ia memperbanyak zikir kepada Allah sejauh itu ia mendekati Allah, dan semakin ia melalaikan zikir sejauh itu ia menjauhi Allah swt
7. Zikir adalah pintu ma’rifatullah
8. Zikir dapat memasukkan kedalam hati dan diri seseorang, kehebatan dan kebesaran Allah swt. Dan sebagai alat untuk menggairahkan kehadiran diri bersama Allah swt
9. Zikir Meningkatkan derajat manusua, ia berzikir dikala sehat maupun sakit, di tempat tidur, di pasar, ketika sibuk dengan kesenangan maupun dalam keadaan susah. Sehingga hati dipenuhi dengan nur zikir
10. Nur zikir orang yang selalu berzikir akan selalu menyertai baik ketika di dunia , dikubur, maupun shirat. Dan nur tersebut akan terus berada didepan orannya sebagai petunjuk sebagai mana firman Allah Surat Al-An’am : 122

Zikir dan Kesehatan
Alfred Tomatis seorang dokter dari Perancis yang lima puluh tahun mengadakan eksperimen tentang hubungan antara rangsang pendengaran terhadap tubuh, dimana pendengaran dapat mengotrol regulasi kerja tubuh dalam mengontrol dan mengendalikan sistem syaraf.
Dalam eksperimen, Alfred menemukan syaraf pendengaran berhubungan dengan seluruh otot tubuh, dan merupakan alasan mengapa keseimbangan dann fleksibilitas tubuh, and seluruh kerja tubuh dipengaruhi oleh suara, frekwensi suara dari labirin telinga berhubungan dengan seluruh bagian tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, pencernaan dan usus halus.
1960 seorang ilmuwan bernama Hans Jenny menemukan bahwa efek suara mempengaruhi bentuk , dan material sel didalamnya. Tahun 1974 seorang peneliti Fabien Maman and Sternheimer menemukan bahwa setiap bagian dari tubuh mempunyai system vibrasi. Beberapa tahun kemudian Fabien dan Grimal menemukan bahwa suara berefek pada sel kanker khususnya suara yang mempunyai efek yang kuat terhadap perubahan sel kanker itu sendiri.
Suara lantunan Al-Quran mempunyai efek terbaik memperbaiki sel kanker yang tidak terobati. Suara Al-Quran yang dilantunkan memberikan frekuensi yang merangsang sel secara keseluruhan. Suara dari telinga menuju sel otak dan mempengaruhi kerja otak, dan sel tubuh. Yang hanya dapat dirasakan dengan pengalaman dan pengulangan.

4. Zakat dan infaq sadaqah


Dalam Al-Quran surat AlBaqarah 2:110 ”Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
Zakat dan sadaqah adalah ibadah rohani amaliah, untuk kepentingan ijtima’i (masyarakat). kita diharapkan dapat berbagi dengan sesama, saling menolong, menciptakan keamanan diri, maupun lingkungan , pengentasan kemiskinan, solidaritas sesama, keamanan akan membawa rasa tenang dan menjauhi kegelisahan. Menurut Quraish Shihab zakat adalah ibadah yang berkaitan dengan harta benda , bila seseorang telah memenuhi syarat-syarat dituntut untuk menunaikannya, bukan semata-mata atas dasar kemurahan hatinya, tetapi kalau terpaksa ”dengan tekanan penguasa”, oleh karena itu agama menetapkan ”amilin atau petugas-petugas khusus yang mengelolanya, disamping menetapkan sanksi-sanksi duniawi dan ukhrawi terhadap mereka yang enggan. (Shihab, 1998:323)
Landasan filosofis kewajiban Zakat menurut Quraish Shihab mengandung tiga aspek yaitu :
(1) Istikhlaf (penugasan sebagai khalifah di Bumi), Allah sebagai pemilik alam semesta dan manusua dititipi kewajiban untuk memenuhi ketetapan yang digariskan Allah , dan zakat adalah ketetapan Allah menyangkut harta. Harta benda menjadi sarana kehidupan untuk umat manusia dan harus diarahkan guna untuk kepentingan bersama.
(2) Solidaritas Sosial sebagai mahluk sosial manusia , yang tidak dapat hidup tanpa masyarakat, dan hasil yang didapatnya betapapun seseorang memiliki kepandaian namun hasil material yang di perolehnya adalah berkat bantuan pihak-pihak lain. Manusia mengelola , tetapi Allahlah yang menciptakan dan memilikinya, dan wajar bila Allahpun memerintahkan untuk mengeluarkan sebagian kecil dari harta yang diamanatkannya kepada seseorang untuk mepentingan orang lain
(3) Persaudaraan , bahwa manusia berasal dari satu keturunan, hubungan persaudaraan bukan sekadar memberi dan menerima tapi juga memberi tanpa menanti imbalan, atau membatu tanpa diminta bantuan, terutama bila dalam satu lingkungan.
Dampak zakat
1. Mengkikis kekikiran .Nabi bersabda ,”orang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia , dekat dengan neraka, sedangkan orang yang dermawan, dekat dengan Allah, dekat dengan surga , dekat dengan orang dan jauh dari neraka.”
2. Membentengi harta , dan menghindari musibah dalam Hadist Nabi bersabda ,”Bentengi hartamu dengan zakat, obatilah orang-orang sakit dengan sedekah, dan hadapilah berbagai musibah dengan doa.”
3. Membentengi badan dari dosa, sebagai mana firman Allah dalam surat QS. At- Taubah:103 artinya :”ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan diri dan mensucikan mereka
4. Memberi ketentraman batin dan kegembiraan kepada orang lain yang miskin
5. Membawa berkah dalam kelapangan rejeki sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Quran, Saba: 39 :” Dan barang siapa yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantikannya


5. Ibadah Haji/umroh

Haji adalah rukun Islam ke-lima dengan syarat baliq, berakal dan mampu



Surat Al-Imran 3:97. ”......; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.
Al-Baqarah 2:196 ,.... Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah
Haji/umroh dilaksanakan sekali seumur hidup bila mampu, mengandung ibadah amaliah, jasmani, dan rohani karena didalamnya terkandung latihan fisik dan latihan kesabaran. Dengan niat Haji dalam hati setiap umat Muslim ada gemuruh rasa aman, tenang dan bahagia. Umat muslim melatih dirinya dari beban fisik dan lelah. Dengan pakaian haji yang sama dan sederhana, mereka menanggalkan kemewahan, tidak membedakan tingkatan dan derajat, menguatkan semangat persaudaraan dari seluruh umat di dunia. Ketika Ihram umat muslim dilatih untuk mengekang hawa nafsunya dari syahwat, bertengkar, mencela, berdebat, tidak melakukan hal yang menimbulkan kefasikan.
Haji adalah salah satu rukun islam yang cukup sekali dilaksanakan seumur hidup dan bila seseorang talah cukup syarat tapi belum juga mau melaksanakan rukun haji ini . Nabi bersabda tentangnya Haji bahwa ” Barang siapa mati sedangkan ia belum mengerjakan haji silahkan ia memilih mati sebagai yahudi atau sebagai seorang nasrani.(dirawikan oleh ibn ’Adjy dari Abu Hurairah , dan Tirmidzi dari Ali dengan keterangan Hadist ini gharib (yakni perawinya hanya satu orang saja) dan sanadnyapun diragukan.(AL-Ghazali :2000:12)
Berkata Qatadah:” Ketika Allah SWT memerintah kepada Ibrahim (Shalawat dan salam Allah atasnya dan atas Nabi kita Muhammad, serta hamba Allah yang terpilih) agar ia menyerukan kepada manusia, sesungguhnya Allah membangun sebuah rumah dan pergilah kamu kesana.
Telah bersabda Rasullullah saw:”Barang siapa berhaji ke Rumah Allah (ka’bah) lalu ia tidak mengucapkan kata-kata kotor dan tidak pula melakukan perbuatan keji, maka ia terlepas dari dosa dosanya (sehingga menjadi suci bersih) seperti ketika bari dilahirkan oleh ibunya (bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah), Sabda beliau lagi ” Setan tidak pernah terlihat, suatu hari lebih kecil, lebih hina, lebih remeh, lebih marah dari pada wukuf di Arafah (malik dari Thalhah bin Abdullah bin Kuraiz secara mursal). (Al-Ghazali,2000:14)
Dalam kitab Al-Ghazali diceritakn tentang Seseorang dari kalangan muqarrabin pernah ter-kasyaf-kan baginya sosok iblis di padang ’Arafah, waktu itu iblis tampak dalam bentuk seorang manusia yang kurus dan pusat dalam keadaan menangis dan punggungnya bungkuk
”Mengapa engkau menangis , wahai Iblis?” tanya orang itu .
:Oh ....aku menangis karena melihat orang-orang mengerjakan ibadah haji secara tulus, tidak dicampuri oleh usaha perdagangan apapun. Dan aku khawatir bahwa segala permohonan mereka akan dikabulkan, itulah sebanya aku menangis,”jawab iblis.
”Lalu apa yang menyebabkan engkau kurus kering ?”
”Suara ringkik kuda fi sabillillah (di jalan Allah), tetapi dijalanku tentunya hal itu lebih kusukai.
”Dan apa yang menyebabkan engkau pucat
”kerja sama dan saling tolong-menolong antara manusia dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah . Seandainya mereka saling tolong-menolong dalam kemaksiatan, tentunya lebih kusukai
”Dan apa yang menyebabkan punggungmu menjadi bungkuk?”
”Doa manusia memohon Husn al-khatimah (akhir hidup dalam kebaikan) . Setiap kali aku mendengar seperti itu, aku berkata kepada diriku:”Betapa celakanya aku !Bila orang ini akan berbangga dan terkelabui oelh amalannya? Aku khawatir ia cukup waspada terhadap tipu dayaku,”
Syarat-syarat sahnya Haji ada dua yang berkaitan dengan keislaman seseorang dan waktu pelaksanaannya. Haji dianggap sah apabila dilakukan oleh seorang Muslim, walaupun belum dewasa. Seorang anak yang mumayyiz (kira-kira berusia enam tahum keatas dan sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk) hendaklah ia meniatkan (ihram) haji atas namanya sendiri. Tetapi apabila ia masih terlalu kecil belum mumayyiz, maka walinya yang meniatkan (ihram) untuknya, lalu diajak bersama-sama mengerjakan apa yang harus dikerjakan dalam haji seperti thawaf, sai dan lain-lain
Syarat kedua berkaitan dengan sahnya ibadah Haji, Ialah waktu pelaksanaannya, yaitu dimulai bulan syawal , Dzulkaidah dan sembilan hari pertama bulan Dzulhijah sambai terbit fajar hari kesepuluh atau yang disebut juga Yaum an-Nahr (hari Raya Haji – Penerjemah) maka barang siapa yang ber-ihram untuk haji diluar waktu-waktu tersebut, maka ihramnya beralih menjadi ”umroh.
Rukun-rukun haji terdiri lima yaitu :ihram, thawaf, sai (setelah thawaf), wukuf di padang ”Arafah dan bercukup. Begitu juga Rukun Umroh kecuali wukuf di ’Arafah.
Cara-cara melaksanakan Haji dan Umroh
(1) Ifrad yaitu dengan menyelesaikan haji dahulu secara sempurna. Setelah selesai dari amalan haji , lalu melakukan umroh dan kemudian amalan umrah.
(2) Qiran, yaitu meniatkan haji dan umroh bersama-sama dengan mengucapkan Labaika bi hajjatin wa’umrotin ma’a (atau ma’an). Ya Allah, aku bertalbiyah (memenuhi panggilan-Mu) dengan melakukan haji dan umrah.
(3) Tamattu adalah melakukan amalan-amalan umrah lebih dahulu pada bulan-bulan haji dan setelah itu baru melaksanakan amalan haji.
Masalah keutamaan mana yang paling utama dari ketiga cara haji diatas dari ke- empat mahzab, mempunyai beberapa pendapat seperti: (Mughniyah 2005:223)
Syafi’i: ifrad dan tamatu lebih utama dari Qiran. Hanafi berpendapat qiran lebih utama dari pada keduanya. Menurut Maliki, ifrad lebih utama dari yang lain, sedangkah hambali dan imamiyah berpendapat tamattu lebih utama. (al-fiqhu ’ala Al-Madzahid Al-arba’ah, AL-Mughni, Mizan AL-Sya’rani, dan Fiqhus Sunnah, jillid 5)
Masalah membayar qurban, ulama bersepakat bahwa haji ifrad tidak diharuskan memberikan kurban, tetapi bila ingin juga memberi kurban secara sukarela itu lebih baik

2.1. Manusia Dalam Konsep Islam
Manusia adalah satu-satunya mahluk yang diciptakan Allah dengan amat sempurna, diberikan indra yang sempurna, jasad yang indah, akal untuk berfikir, dan pengemban amanah, dia juga di berikah nafs yang harus diasah dengan ilmu dunia dan agama.
Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan, Al-Quran membahas tentang kelebihan manusia antara lain sebagai berikut:
1. Manusia diciptakan dengan bentuk yang sangat sebaik-baiknya baik, dengan kesempurnaan dalam surat At-tiin Allah berfirman

(S.95:4),”. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
2. Diberi Allah membentuk rupa yang bagus bagi hambanya .dalam surat At-Taghaabun Allah berfirman

(S.64:3),” Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia membentuk rupamu dan dibaguskanNya rupamu itu dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu). “ .

Dilengkapi dengan penglihatan, pendengaran, seperti kita ketahui panca indera ini tidak ada tidak dapat dibandingkan dengan segala dunia dan isinya, tapi kadang manusia tidak pernah ingat dan bersyukur
.
(S.16:78),“ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”, Kalau kita mau berfikir lebih dalam , maukah kita menukar panca indra kita contohnya saja kedua mata ini dengan segunung emas, pasti jawabnya tidak, tidak terbilang karunia Allah bagi kaum yang berfikir untuk selalu bersyukur.

4. Manusia pun diberi akal untuk berfikir dan mencari rahasia alam semesta yang indah dan penuh dengan ilmu pengetahuan yang harus dipelajari , digali dan dimanfaatkan untuk kepentingan umat manusia


(S.13:3) “Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”
5. Allah memberikan qalbu yang selalu harus diberi nutrisi berupa ibadah dan keimanan, agar menjadi jiwa yang tenang, jauh dari kegelisahan


(S.89:27-30)” Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, . Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku

7. Allah menciptakan manusia berdasar fitrahnya dan dengan naluhi tauhid, iman terhadap Allah yang Esa.

QS 30:30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
QS, 39: 8. Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka".


QS, 39: 49. Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui



QS, 31:32. Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus Dan tidak ada yang mengingkari ayat- ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.




Kecenderungan terhadap agama adalah sikap dasarnya (S.30:30), Dalam keadaan sadar ataupun tak sadar manusia selalu merindukan Allah (S.39:8; S.39:49), taat, khusuk, tawakal dan tidak ingkar (S. 17:66-69), terutama bila sedang mengalami malapetaka dan kesulitan hebat (S.31:32, S.17:66). (Bastaman,1995:56).

Namun manusia pun dilengkapi dengan banyak kelemahan seperti ketergesah-gesahan

QS, 17:11, Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.

pembantah (S.18:54)



54. Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.

, melampaui batas (S.10:12), Yunus


12. Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.


Kikir (S.70:19),


mudah putus asa (S.41:49)

49. Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.

, selalu berkeluh kesah (S.70:20),
20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,

ingkar (S.80:17), tidak mau bersyukur (S.100:6), mudah lalai setelah mendapat nikmat (S.17:83).(Bastamann:1995:56)



Manusia diciptakan Allah sebagai khalifah dibumi (S.2:30), dan di ciptakan Allah bukan untuk main-main (S.23:115), melainkan untuk mengembangkan amanah (S.33:72) dan untuk beribadah kepadaNya (S.51:56) serta selalu menegakkan kebajikan sekaligus menghilangkan keburukan (S.3:110) dengan segala tanggung jawab (S.75:36). Keistimewaan lain manusia adalah memiliki kebebasan luas untuk mengembangkan diri setinggi-tingginya atau serendah-rendahnya (S.91:7-10), bahkan agama pun tidak dipaksakan kepadanya (S.2:256). Namun manusia pun dilengkapi dengan banyak kelemahan seperti ketergesah-gesahan (S.17:11), pembantah (S.18:54), melampaui batas (S.10:12), Kikir (S.70:19), mudah putus asa (S.41:49), selalu berkeluh kesah (S.70:20), ingkar (S.80:17), tidak mau bersyukur (S.100:6), mudah lalai setelah mendapat nikmat (S.17:83).(Bastamann:1995:56)
Walaupun demikian fitrah manusia adalah suci dan beriman (S.7:72). Kecenderungan terhadap agama adalah sikap dasarnya (S.30:30), Dalam keadaan sadar ataupun tak sadar manusia selalu merindukan Allah (S.39:8; S.39:49), taat, khusuk, tawakal dan tidak ingkar (S. 17:66-69), terutama bila sedang mengalami malapetaka dan kesulitan hebat (S.31:32, S.17:66). (Bastaman,1995:56).
Al-Quran juga menggolongkan manusia . yaitu: Golongan manusia yang mendapat petunjuk yang lurus (S. 1:7) seperti para nabi (S.22:52;S.6:87), Shiddiqin (S.49
:14-18), para syuhada (S. 3:169-171), Shalihin (S.29:9), muklisin (S.23:57-61; S 29:64-66; S.3:123), muttaqin (S.3:31), mukminin (S.3:139), dan orang-orang yang sabar (S.3:146; S.8:46). Yang kedua golongan manusia yang tidak memdapat petunjuk, seperti orang yang dimurkai Allah dan sesat hidupnya (S.6:144; S.9:37) seperti orang-orang fasik (S. 5:108; S.9:80), zalim (S.6:144 ; S .9:37), kafir (S. 5:67; S.9:37) , musyrik (S.4:48-52; S.4:226-121) dan orang munafik (S.2: 8 – 16).
Beberapa ayat al-Qur’an dan al-Hadits yang menjadi landasan utama bagi para psikolog Islam telah memberikan informasi tentang telah dimulainya kehidupan manusia sejak janin berada dalam kandungan ibunya. Mujib dan Muzakir, berpendapat bahwa sejumlah ayat dan hadits secara tidak langsung telah disebutkan bahwa selama periode prenatal individu tidak hanya mengalami perkembangan fisik melainkan sekaligus mengalami perkembangan psikologi.
QS 22: 5. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Dari Ayat diatas terlihat bahwa manusia tersusun dari unsur materi dan imateri, jasmani dan Rohani, Tubuh manusia yang berasal dari tanah dan ruh atau jiwa berasal dari substansi imateri di alam gaib. Tubuh pada akhirnya akan kembali menjadi tanah atau jiwa akan pulang ke alam Gaib. (Nasution,1996:37)
Tubuh kita yang mempunyai daya fisik atau jasmani, yang terdiri dari indra penglihatan, penciuman, perasa, perabaan, pendengaran, daya gerak. Semuanya berhubungan dengan unsur-unsur materi.
Dalam konteks keislaman ada empat istilah yang digunakan untuk menyebutkan jiwa , yaitu (1) Hati, (2) Ruh, (3) Nafs, dan (4) Akal , Al-Ghazali memberikan batasan mengenai empat tersebut diatas (Sholeh,2006:124) :
1. Hati mempunyai dua pengertian, yaitu : (a) Segumpal daging sanubari yang terletak disebelah kiri dada bersifat material; (b) Bersifat im-material merupakan rasa rohaniah yang halus yang berkaitan dengan hati jasmani
2. Ruh juga mempunyai dua makna , yaitu : (a) Jism atau jasad halus yang bersumber dari rongga hati jasmani , ia beredar keseluruh bagian tubuh; (b) Sesuatu yang halus yang tau dan mengerti
3. Nafsu mempunyai dua makna , yaitu : (a) Cakupan makna dari kekuatan amarah dan syahwat yang bersifat material; (b) Sesuatu yang halus, yang merupakan hakikat manusia yang bersifat im-material
4. Akal mempunyai dua makna juga, yaitu: (a) Ilmu tentang hakikat segala sesuatu , yang merupakan sifat dari ilmu yang bertempat dalam hati; (b) Sesuatu yang halus , yang merupakan hakikat manusia yang bersifat im-material.
Menurut Nasution dalam Ruh atau jiwa ada yang disebut al-Nafs mempunyai dua daya, daya pikir yang disebut akal yang berpusat di kepala dan daya rasa yang berpusat dikalbu yang berpusat di dada. Daya rasa yang berpusat didada dipertajam dengan ibadah (shalat, puasa, haji, zakat), karena intisari dari semua ibadah dalam islam adalah mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha Suci. Yang maha Suci hanya dapat didekatkan oleh ruh yang suci. Ibadah adalah latihan menyucikan ruh atau jiwa. Makin banyak seseorang beribadah secara iklash, makin suci pula jiwa dan ruhnya. Daya pikir atau akal berpusat dikepala dalam sejarah islam diperkuat oleh dorongan ayat-ayat kauniah. Nasution menambahkan jadi manusia menurut ajaran Islam, tersusun dari unsur materi , yaitu tubuh yang mempunyai hayat dan unsur imateri yaitu roh yang mempunyai dua daya, daya rasa di dada dan daya pikir dikepala. Daya rasa, jika diasah dengan baik, mempertajam hari nurani dan daya pikir , jika dilatih, mempertajam penalaran.(Nasution, 1996:38)
NAFS
Menurut Psikofisik manusia memiliki komponen jasad dan ruh yang saling terintegrasi Nafs memiliki natur gabungan antara natur jasad dan ruh, bila ia berorientasi dengan natur jasad maka tingkah laku memjadi buruk dan celaka, tetapi bila mengacu pada natur ruh maka kehidupannya menjadi baik dan selamat.(Mujib,2005: hal 79)
Jadi Manusia harus bisa mengasah Nafsnya dan mensucikan Nafsnya sehingga dapat menjadi manusia yang baik.
Istilah Nafs dalam Al-quran memiliki banya makna , menurut Achmad Mubarok dengan metode temantiknya, menyebutkan 7 makna nafs: yaitu:
1. Nafs berarti diri atau seseorang (QS. Ali Imran (3) : 61, Yusuf (12): 54, Al-Dzariyat (51):21 ).
2. Nafs berarti diri Tuhan (QS, Al-An;am (6) :12, 54)
3. Nafs berarti person sesuatu (QS Al-Furqan (25):3, Al-An’am (6):130)
4. Nafs sebagai roh (QS, Al-An’am (6): 93)
5. Nafs sebagai Jiwa (QS. Al-Syam (91):7 , Al-Fajr (89):27)
6. Nafs sebagai totalitas manusia, yang memiliki dimensi jiwa dan raga (QS Al-Rad (13) : 11, Al- Anfal (8):53) (Mujid .2005:79)

DAFTAR PUSTAKA
Maulana Muhammad Al-Kandahlawi Rah.a., Fadhilah Amal, Penerjemah Ust A.
Abdurrahman Ahmad, Penerbit Ash-Shaff, Yogyakarta ,2003
Quraish Shihab, Membumikan AL-Quran, Penerbit Mizan, Bandung, 1992
Muhammad Nasib Ar-Rifai , Kemudahan Dari Allah ,Ringkasan Ibnu Katsir,
Penerjemah Drs.Syihabuddin, Penerbit Gema Insani , Jakarta, 1999
Al-Faqih Abu Laits As-Samarqandi, Tanbihul Ghafilin, Nasehat Bagi yang lalai,
Penerjeman Abu Juhaidah, Pustaka Amani , Jakarta, 1999
Dr.Abdul Jawwad Ash-Shawi, Terapi Puasa, Manfaat Puasa Ditinjau dari Perspektif
Sains Modern, Penerjemah Aan Wahyudin, Republika, Jakarta, 2006
Shahih Muslim, penerjemah Ma’mur Daud, Penerbit Widjaya, Jakarta, 1983
Muhammad Jawad Mughniyah, Fiqih Lima Mazhab , Ja’fari, Hanafi, Maliki, Syafi’i,
Hambali, penerjemah Maskur dkk, Penerbit Lentera, Jakarta, 2005
Khadem Yamani, Ja’far, Kedokteran Islam , Sejarah Dan Perkembangannya, Alih Bahasa
Tim Dokter IDAVI editor A.D El Marzdedeq, DIM, Av. Dzikra .2005
AL-Ghazali , Rahasia Haji dan Umroh ,penerjemah Muhammad Al-Baqir, Penerbit
Karisma . cetakan 2000, Bandung
http://www.healthy .net
Jenny Hans, Cymatics, Basilius Presse AG, Basel, 1974.
Maman Fabien, The Role of Music in the Twenty-First Century, Tama-Do Press,
California, 1997.
Tomatis Alfred, The Conscious Ear, Station Hill Press, New York, 1991.
Riyad Albiby and Ahmed Elkadi: A preliminary Report on Effects of Islamic Fasting on
Lipoprotens and Immunity. JMA, vol , 17 188 page 84

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar